Rabu, 03 Juni 2009

Siapa CAPRES dan Siapa CAWAPRES?


Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan atau menjatuhan salah seorang calon CAPRES dan CAWAPRES, dan bukan untuk tujuan Black Campaing yang paling saya benci itu. Saya juga yakin tulisan ini juga akan dinilai ga penting, jelek atau bahkan cari masalah, khususnya bagi pendukung MEGA-Pro. Tapi tulisan ini hanyalah ungkapan rasa penasaran saya apa bila pasangan ini memenangkan PILPRES mendatang.

Secara de jure memang Megawati yang didaftarkan sebagai CAPRES. Tapi ada beberapa hal yang mengusik pikiran saya, ketika membaca berita atau menyaksikan iklan dan debat tim sukses kedua padangan ini.

Pertama, saat pertama kali mengumumkan bahwa mereka resmi mencalonkan diri sebagai pasangan CAPRES dan CAWAPRES yang akan berkompetisi di PILPRES 2009, Mega secara jelas menyebutkan bahwa untuk urusan ekonomi dalam kabinet mereka mendatang apabila mereka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden akan dipegang penuh oleh Prabowo. Pertanyaannya adalah siapa yang akan memiliki tanggung jawab dan menggawangi urusan-urusan pertahanan dan keamanan, hubungan luar negeri? Megawati sendiri? Kalau kita lihat, dibandingkan Megawati, tentu dalam masalah ini Prabowo yang lebih kuat. Prabowo adalah mantan PANGKOSTRAT, yang notabene tentu memiliki dasar lebih kuat untuk memimpin bidang ini. Atau semuanya Prabowo yang akan meng-handle?.

Kedua, Kemarin pagi saya baca koran kompas, yang menjelaskan program kerja masing-masing CAPRES dan CAWAPRES, begitu juga debat para tim sukses tadi malam di salah satu stasiun televisi swasta. Bila kita lihat dari program kerja yang ditawarkan oleh pasangan ini. Bisa dipastikan hampir sebagian besar program yang ditawarkan itu tidak lain adalah program kerja yang sudah ditawarkan oleh Prabowo dalam paket 8 Program Aksi Untuk Kemakmuran Rakyatnya yang tawarkan GERINDRA dalam kampanye PEMILU kemarin. Tadinya saya takut salah tebak atau terlalu buruk sangka pada dua tokoh ini. Makanya saya iseng membuka web side resmi MEGA-Pro (www.megaprabowo.com). Disalah satu fiturnya disebutkan bahwa kita bisa memberi dukungan pada baik kepada Mega atau Prabowo lewat facebook. Artinya ini adalah benar-benar fiture suporting resmi untuk dua tokoh ini lewat jaringan Facebook. Saya mencoba situs untuk Prabowo untuk pertama kali...webnya cukup lengkap, termasuk bicara tentang GERINDRA dan juga programnya (silahkan buka:http://www.facebook.com/pages/Prabowo-Subianto/23383061178?ref=ts ) dan benar semua program itu ada di situs ini. Iseng lagi saya buka situs resmi untuk Megawati dihttp://www.facebook.com/pages/Megawati-Soekarnoputri/37975304982. Bisa disebut ini sebagai situs resmi Megawati, situs ini nyaris tidak ada isinya, hanya lambang mega-pro tanpa program dan penjelasan lainnya. Saya tidak tahu apakah karena ini baru dibuat atau tidak, tapi situs dukungan Prabowo jauh lebih komplit termasuk program kerja GERINDRA, walau foto Megawati dengan Prabowo sama-sama kita temui dalam situs ini. Sekali lagi saya bertanya-tanya, ini yang maju jadi CAPRES dan CAWAPRES siapa sebenarnya?

Ketiga, Sudah lihat Iklan pertama MEGA-Pro?. Pertama kali menyaksikan iklan tersebut sudah bisa kita duga iklan ini sangat identik sekali dengan gaya iklannya GERINDRA ketika PEMILU kemarin. Komentar yang sama juga dilontarkan di Detiknews.com, seperti dibawah ini:

Tema iklan itu mirip dengan tema yang dipakai Prabowo saat pemilu legislatif dulu yaitu tentang potensi sumber daya Indonesia yang diselewengkan sehingga membuat bangsa ini tidak makmur di masa kepemimpinan saat ini.

Gambar Mega dan Prabowo kemudian muncul lagi di akhir iklan. Keduanya mengenakan pakaian serupa yaitu kemeja banyak saku yang menjadi trade mark Prabowo selama ini, berwarna krem. Keduanya tampak kompak di tengah masyarakat kecil.

Kembali lagi saya bertanya-tanya, Peran Mega kira-kira apa ya? Jika semuanya ber-sense Prabowo, Mega kira-kira dianggap apa?. Pada hal yang akan memegang tampuk kepemimpinan tertinggi nantinya adalah Megawati sendiri (kalau terpilih). Sepertinya dominasi 14,03% suara pemilu yang dicapai PDI-P sama sekali tidak tercermin dari fakta-fakta di atas. Semuanya tenggelam oleh perolehan suara yang hanya 4,46% yang diraih GERINDRA. Sayang sekali ....mungkin saja rakyat memilih PDI-P bukan saja sekedar fanatisme pada Mega tapi juga program dan janji-janji PDI-P saat pemilu kemarin.

Ini hanya dugaan saya saja. Bisa dibayangkan betapa pentingnya peran WAPRES nantinya jika pasangan ini terpilih. Satu sisi bagus juga sih... Selama ini CAWAPRES selalu menggangap dirinya selalu menjadi bemper sang presiden(*melirik JK*), orang nomor 2 tetap nomor 2. Tapi mungkin jika pasangan ini maju akan berbeda. Apakah mungkin akan ada presiden nantinya yang akan berkomentar "saya hanya dianggap bemper" he...he....Just kidding :-)

Mudah-mudahan tidak buruk sangka lagi. Ketika dalam sebuah institusi atau organisasi, terjadi dominasi diluar hal yang lumrah. Maksud saya, ketika orang nomor dua tiba-tiba dominan atau muncul dua kepemimpinan ganda. Konflik akan mudah terpicu. Akan mudah muncul dua blok yang saling bertentangan. Blok pertama adalah blok yang berpegang teguh bahwa secara de jure, pemimpin institusi adalah orang yang diangkat secara hukum. Sedangkan blok yang kedua adalah blok yang pro dengan fakta atau de facto, bahwa siapa yang sebenarnya dalam prakteknya berperan dan dialah yang dipandang sebagai pemimpin.

Melihat pola yang mengemuka saat ini, hal ini mungkin saja terjadi. Kecuali kemudian Mega memang dengan penuh kerelaan membiarkan Prabowo lah yang menjalankan dan memimpin roda pemerintahan. Fungsi Mega dan Prabowo disini mungkin tidak jauh beda model presidensial dengan Pedana Mentri (premier-Presidencial). Dimana Prabowo adalah Pedana Menterinya dan Mega adalah Presiden. Tapi model ini tidak kita kenal, kita menggunakan sistem Presidencial-parlementary. Dimana Presiden memiliki tanggung jawab penuh dalam pemerintahan atas persetujuan parlemen.

Entahlah apa jadinya..mungkin kita perlu mengkritisinya lebih dalam lagi.

Monggo...mohon masukan dan pendapatnya.

Tulisan ini juga dipublikasikan di Politikana.com pada: Rabu, 3 Jun '09 19:32


Tidak ada komentar:

Posting Komentar