Persaingan dan saling tuding dan klem ketika kampanye PILPRES, kemarin rasanya belum pudar dalam ingatan kita. Debat yang menyindir rasanya masih terasa kemarin sore. Aura JK bahkan sepertinya semakin kental terdengar disekitar kita (khususnya di Politikana he..he..)
JK kecewa, pati saja (tentu juga para pendukung beratnya). Tapi kekecewan JK tidak lah membuatnya menjadi orang kerdil yang terus mengusut ada apa yang salah dalam PILPRES ini. Bagi saya pribadi, sejak kekalahan JK, merasa kalau JK adalah seorang yang gentle dengan mengakui kemenangan SBY melalui ucapan selamatnya via telepon dua hari hasil qickcount, walau hasil resmi tersebut belum diselesaikan oleh KPU dan apa pun itu ekspresi wajah JK ketika kamera menyoroti perbincangan mereka.
Tapi sepertinya JK tetap dihati SBY. Dalam telepon tersebut SBY juga menyinggung akan menawarkan posisi baru kepada JK, jika JK bersedia, walaupun dijawab JK dengan "saya mau pulang kampung pak". Tapi tawaran ini sepertinya bukan basa basi politik. JK dikabarkan akan ditawarkan oleh SBY sebagai Ketua Dewan Peritimbangan Presiden (WATIMPRES) seperti yang diberitakan oleh Inilah.com.
Berikut beritanya:
Jusuf Kalla Bakal Masuk Wantimpres?
Larawana Intan
INILAH.COM, Jakarta - Harapan presiden terpilih SBY agar JK tetap bersedia berperan dalam pemerintahan baru dinilai bukan sekadar basa-basi politik. SBY diprediksi akan menawarkan posisi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) kepada mantan wapres itu. Bersediakah JK?
"Peran Pak JK bukan peran yang bisa memegang kekuasaan karena nggak ada pos yang memberikan pos kekuasaan pada pak JK. Paling bisa jadi penasihat presiden atau Ketua Dewan Pertimbangan."
Demikian analisis pengamat politik Andrinof A Chaniago kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (12/7). "Sebetulnya SBY itu perlu orang yang karakternya seperti JK karena untuk melengkapi kekuatan pemerintahan, dalam artian JK itu ahli menyelesaikan kasus dan JK juga bisa menjalankan program- program, ini diperlukan sama SBY," urai Andrinof.
Dirinya berpendapat SBY termasuk tipe yang akomodatif untuk menampung hal- hal yang dianggapnya baik. Meski hubungan SBY-JK terlihat tidak harmonis lagi, tetapi mereka merupakan pasangan yang cocok dan saling melengkapi. "Mereka dua tipe yang komplementer, yang saling melengkapi.
Pak SBY bisa menjaga integrasi sistem dan pengendalian sistem sementara JK membuat lompatan-lompatan. Tapi bagaimana lompatan itu terkendali maka SBY berperan sebagai pengendali sistemnya," jelasnya.
Masalah yang dihadapi SBY, lanjut dia, hanyalah kesulitan menempatkan posisi JK. Sebab, tidak mungkin JK turun pangkat. "Seorang wakil presiden tidak mungkin turun jadi menteri," ucap Andrinof. [ton].
Bagimana menurut anda???
Tulisan ini juga dipublikasikan pada politikana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar