Minggu, 17 Mei 2009

Pilpres Selamatkan Generasi Bangsa

Panasnya suku politik saat ini semakin terasa, apa lagi untuk PILPRES Juli mendatang sudah dipastikan akan ada tiga pasang CAPRES dan CAWAPRES yang pasti akan bertarung.

Kalau kita perhatikan secara sekseama, ketiga pasangan CAPRES dan CAWAPRES tersebut memiliki penekanan agenda yang hampir sama, yaitu sektor ekonomi. Walaupun tentunya dengan pendekatan yang berbeda-beda, yang akan menjadi competitive advantage masing-masing calon. Agenda berikunya sudah pastilah bidang pendidikand dan kesehatan (standar lah...pasti sekolah dan fasilitas kesehatan gratis).

Yang jadi pertanyaan saya sekarang, apakah hanya itu yang menjadi barometer keberhasilan sosial kita sekarang ini dan puluhan tahun ke depan? Lihat saja dijalanan berapa banyak pengemis dan peminta-minta mencari belas kasihan untuk bertahan hidup (terlepas apakah mereka dikoordinir oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab atau bukan). Bagi mereka mungkin tidak ada bedanya sekolah gratis atau bayar, toh mereka juga tidak akan mengirimkan anaknya untuk sekolah. Begitu juga kesehatan gratis, toh sakit tidak setiap hari atau kalaupun gratis mereka butuh identitas untuk bisa memdapatkan fasilitas tersebut. Bagi mereka yang penting makan dan kebutuhan sehari-harinya terpenuhi.

Adalah benar bahwa kemiskinan harus dibenahi segera. Dan adalah benar juga ekonomi yang berpihak pada rakyat harus jadi komitmen dan memiliki langkah nyata yang jelas oleh para pemimpin RI kedepan. Tapi mau berapa lama lagi hal ini dirasakan semua rakyat Indonesia, sementara semakin banyak anak-anak dijalanan tak terurus, semakin meningkat anak-anak putus sekolah untuk bekerja membantu orang tuanya, dan semakin tak terkendalinya jumlah anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi.

Bangsa ini akan kehilangan banyak generasi untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik. Anak-anak adalah penerus bangsa, anak-anak adalah cermin bangsa kita masa depan. Meraka harus segera diselamatkan. Di luar negeri, bukan hanya anak-anak terlantar, tapi anak-anak yang dianggap tidak mendapat pengasuhan yang pantas dari orang tuanya akan diambil oleh pemerintah . Mereka akan didik dan lindungi dengan pantas, hingga kemudian mereka menjadi dewasa dan sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.

Saya melihat, perhatian untuk menyelamatkan anak-anak ini seharusnya juga menjadi agenda penting oleh para CAPRES dan CAWAPRES kedepan. Memang pengemis dan peminta-minta itu tidak bisa 100% akan kita hentikan. Minimal selamatkan saja anak-anaknya ini. Saya juga tidak tahu persis kongritnya seperti apa, apakah seperti panti asuhan yang dikelola penuh pemerintah, asrama anak-anak negara dimana mereka disini disekolahkan atau disalurkan bakatnya, apakah itu olah raga atau lain-lain, atau bentuk lain lain, yang penting anak-anak ini tidak akan menjadi sampah-sampah berikutnya dalam masyarakat. Orang tua mereka boleh gagal saat ini, tapi mereka harus jadi orang berguna kedepannya, minimal berguna untuk diri mereka sendiri dan keluarga masa depannya

Memang saat ini kita memiliki KOMNAS perlindungan anak-anak, namun lembaga ini tidak akan memiliki kekuatan legal untuk mewujudkannya. Saya pikir pemerintah harus memiliki komitment dan sudah mulai mekakukan interpensi langsung dalam menyelamatkan generasi bangsa ini. Mungkin lebih cocok agenda ini pegang dibawah kementrain sosial kebinet kedepan. Sehingga menteri sosial kerjaannya tidak sekedar memberikan bantuan bila bencana atau konflik ( tidak menjadi lahan empuk korupsi bagi para pejabatnya), namun lebih kongkrit untuk menyelamatkan generasi depan kita.

MARI SELAMATKAN GENERASI BANGSA DEMI MASA DEPAN INDONESIA YANG SEJAHTERA.


Tulisan ini juga pernah diterbitkan di Polikana.com pada: Minggu, 17 Mei '09 06:44


Tidak ada komentar:

Posting Komentar