Selasa, 19 Mei 2009

Kisah Si Kancil dan Si Keong

Masih ingat kisah si Kancil dan Si Keong? Dongeng masa kecil kita dulu?

Siapa yang tidak kenal dengan si Kancil, binatang kecil (mirip kijang) yang terkenal cerdik dan lincah. Namun binatang lincah ini sering sekali sesumbar dengan kelebihannya tersebut.

Pada suatu hari, Si Kancil menantang semua penghuni hutan untuk balap lari. Tidak satu hewan pun menyanggupinya, kecuali seekor keong -seekor makhluk lunak dan sangat lamban. Tapi siapa sangka di Kancil dikalahkan oleh si Keong. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh si Keong sehingga dia dapat memenangkan pertandingan itu? Ternyata sehari sebelum lomba berlangsung. Si Keong mengumpulkan teman-teman sesama keong-nya dan mebuat strategi dengan menempatkan setiap keong pada setiap rute yang akan dilewati untuk lomba tbut. Sehingga ketika sampai di Finish semua makhluk dalam hutan menduga bahwa si Keong lah yang telah sampai di Finish duluan.

Itu hanyalah sepenggal kisah Si Kancil dan Si Keong di hutan belantara sana. Apakah Fabel masa kecil ini juga akan terjadi dalam PILPRES 2009 ini?

Yang jelas hingga tahap pertama ini si Kancil sudah dibuat kalang kabut oleh Si Keong. Si Keong berhasil memperoleh suara terbanyak hasil perhitungan KPU (sukses1).

Si Keong sengaja membuat si Kancil "BT berat" dan meninggalkannya dengan syarat CAWAPRES yang dikeluarkannya. Membuat Si Kancil BT memang sudah strategi Si Keong bukan sekedar "mendepak" si Kancil, namun untuk memecah belah koalisi raksasa yang dibangun oleh partai-partai yang tidak puas dengan hasil pemilu. Masalahnya bukan sebatas ketidak puasan pemilu saja, tapi dalam koalisi itu telah bergabung dua Jendral rival militernya, yang akan terus merong-rong KPU dan yang pasti akan berimbas juga kepada dirinya sebagai pejabat yang sedang menjabat saat ini.

"Minggatnya" si Kancil sudah dipastikan akan mendekatkan si Kancil pada koalisi tersebut. Tapi juga sudah diperhitungkan salah seorang jendral rivalnya akan tertarik bersanding dengan si Kancil untuk mencalonkan diri sebagai CAPRES dan CAWAPRES (Karena pada dasarnnya mereka berdua memiliki flatform yang hampir mirip) Sehingga koalisi dan dua militer rivalnya pecah (sukses 2)

Tahap berikutnya adalah bagaimana menyandingkan pasangan berikutnya. Si Keong sudah memperhitungkan untuk membuatnya mudah melenggang ke Istana, Si Keong harus mampu membuat 3 pasang CAPRES dan CAWAPRES dengan memecah dukungan dua Jendral rivalnya. Pasca koalisi raksasa goyang, Si Keon sengaja mendekati diri pada partai yang besar berikutnya , sepertinya ini bukan tawaran benar-benar serius untuk mengajak koalisi. Tujuannya tidak lain adalah agar Jendral yang satu lagi segera merapat ke partai ini. Pasalnya Si Keong melihat, pasca goyangnya koalisi, terlihat Jendral satu ini ingin jalan sendiri dan mencari potensi untuk membangun kekuatan baru. Makanya si Keong tidak meminta orang kepercayaannya untuk ke partaik besar ke-3 ini, tapi malah minta orang partai yang didekati si Jendral untuk menjadi "comblang"nya dengan partai besar ke-3. Agar terjadi pecah dalam tubuh partai ini (sukses 3).

Si Keong mendorong si "comblang" agar lebih agresif lagi mendekatan partai besar ke-3. Dan akhirnya benar.. Si Jendral langsung kelabakan dan mulai dekat-dekat lagi ke kubu partai besar ke-3.

Pendeklarasian Pencalonan Si Keong dan pemberitahuan siapa yang akan menjadi CAWAPRESnya yang last menute adalah strategi berikutnya. Ini adalah upaya terakhir agar Si Jenderal segera mempersunting Partai besar ke-3. Karena mereka tidak punya waktu lagi untuk berfikir panjang..dan tidak bisa lagi berstrategi...waktu tinggal hitungan jam. Mempersunting Si Jendral ini adalah harus...karena kalau tidak maka kemungkinan Partai besar ke-3 dan Si Jendral bisa saja akhirnya mendukung Si Kancil...dan itu adalah bahaya...Ternyata upaya Si Keong yang ini...SUKSES BESAR (sukses 4).

Kalau kita lihat episode Si Kancil dan SI Keong di hutan sana dengan Si Kancil dan Si Keong di PILRES kita saat ini hampir mirip. Si Keong hingga tahap ini sudah menang besar..sesuai dengan skenarionya.

Jadi salah besar yang dibilang lamban itu kalah hebat dari yang cepat. Bahkan yang lambatlah yang membawa arus masa sesuai dengan rencananya.

Tapi pertarungan itu belum selesai...dan sekarang sudah masuk babak 2. Dan si Keong tidak berhadapan dengan si Kancil lagi...tapi rivalnya tambah satu (yang memang sengaja dibuatnya)....Apakah Si Keong akan bisa memperdaya dua rivalnya ini lagi?

Yang Jelas Si Kancil saat ini harus lebih berhati-hati....cepat dan lincah boleh, tapi kalau asal cepat dan tidak cermat..(kalau istilahnya si Keong : suka grasak grusu), janganlah heran SI Keong akan menyesaikan kisahnya ini dengan happy ending lagi.

Jadi mari kita tunggu babak berikutnya...kisah Si Kancil dan Si Keong ini :-).

Tulisan ini sudah pernah dipublikasikan di Politikana.com pada: Selasa, 19 Mei '09 06:37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar