Rabu, 20 Mei 2009

Aku tidak Kecewa dengan Indonesia

Dua hari ini saya membaca artikel-artikel yang bicara berbagai masalah sosial, ekonomi dan politik di negeri ini. Tiba-tiba membuatku berfikir...benar juga ya...apakah sekarang kita ini tidak berbudaya lagi?. Seketika itu saya seperti merasa bangsa ini sedang menuju sebuah awan gelap masa depannya.

Seperti biasa, setelah sholat subuh sambil meyiapkan sarapan pagi untuk keluarga, saya biasa membuka beberapa beberapa web favorit untuk membaca berita-berita pagi.

Saya sontak heran ketika seorang hakim di Saudi di saudi membenarkan suami menampar istrinya karena pemborosan dalam sebuah seminar tentang kekerasan rumah tangga di negeri tersebut. Walau aksi mendapat kecaman, tapi bagi saya itu sebuah pernyataan aneh dari seorang hakim. Sebagai penegak hukum rasanya kurang pantas baginya untuk membenarkan sebuah kekerasan fisik apa pun itu alasanya. Alhamdulillah walaupun kekerasan rumah tangga itu juga adalah fenomona umum di negeri ini..tapi tidak ada satupun orang di negeri ini yang menyetujui kekerasan suami terhadap istri itu adalah tidakkan yang dibenarkan, apa lagi oleh penegak hukumnya. Aku tidak merasa kecewa dengan Indonesia.

Di headline berikutnya memberita berikunya adalah hasil pertemuan Obama dengan Netanyahu tentang palestina. Netanyahu menegaskan bahwa dirinya ingin mengadakan pembicaraan damai dengan Palestina, namun dia menolak menggunakan kata-kata "solusi dua negara", yakni negara Israel dan Palestina. Artinya Israel tidak akan pernah berhenti merong-rong negara islam ini. Setelah pembunuhan masal yang dilakukan oleh negara yahudi ini dengan cara tidak beradap terhadap anak-anak palestina, tidak sedikit pun niat baik pemimpin negeri ini untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Sekali lagi saya merasa bersyukur tinggal di Indonesia. Di negara yang penduduknya lebih 88,5% muslim ini, kita hidup bisa dibilang rukun, walaupun gejolak-gejolak perbedaan itu ada, tapi kita masih itu tidak memecah belah bangsa ini...kita masih Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita masih bisa bangun pagi dengan harapan lebih baik dan bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa takut (minimal dalam beberapa tahun belakangan ini). Sekali lagi aku merasa tidak kecewa dengan Indonesia.

Netanyahu, pemimpin negara tak beradap itu tidak hanya memecah belah agama orang lain tapi juga penghancur bangsa lain. Terlalu mencampuri urusan negara lain, sama dengan sekutunya negara adidaya -USA dimasa pemerintahan George W bush. Tapi negara ku Indonesia, tidak pernah seperti itu...malah bangsa Ini berkali-kali sebagai duta keamanan dunia. Untuk kesekian kalinya aku kembali bersyukur dan Aku tidak kecewa dengan Indonesia ku.

Kalau dipikir-pikir, ibaratkan Indonesia ini sebagai individu dari disekian individu dalam komunitasnya (negara-negara seluruh dunia) Indonesia mungkin salah satu negara baik...ketika negara lain "berbuat diskriminasi" dengan negara lain...tapi kita tidak melakukan itu. Kita tidak penah mencaplok milik orang lain seperti yang dilakukan oleh negara tetangga kita-Malaysia, mengambil pulau negara lain dan mengakui hak miliknya, mengakui budaya orang lain sebagai budaya sendiri...Aduh apa ga malu tuh.

Ah....aku lega, ternyata aku tidak perlu terlalu kecewa lagi dengan Indonesia ku...tiba-tiba awan gelap yang muncul dibenakku tadi malam berubah mencari awan biru yang cerah kembali.

Aku tidak perlu merasa kecewa dengan indonesiaku. Baik-buruk aku yakin Indonesia masih punya masa depan cerah.

Tulisan ini sudah dipublikasikan di Politikana.com pada: Rabu, 20 Mei '09 12:29

Tidak ada komentar:

Posting Komentar